Pages - Menu

Wednesday, August 24, 2011

Tuberculous Meningitis (Radang Selaput Otak Tuberculous)

Mungkin anda baru mendengar nama jenis penyakit ini. Atau mungkin sudah tahu banyak tentang penyakit ini. Di sini saya hanya ingin share tentang pengalaman ketika saya menderita penyakit ini. Untuk lebih jelasnya, pertama-tama saya akan memberi gambaran sedikit tentang Tuberculous Meningitis (Radang Selaput Otak Tuberculous).

Berbagai penyakit dapat menyerang susunan saraf pusat. Salah satunya adalah peradangan pada selaput otak, yang sering disebut sebagai meningitis. Meningitis merupakan penyakit susunan saraf pusat yang dapat menyerang semua orang. Di Inggris, dilaporkan bahwa 3000 orang terkena meningitis setiap tahunnya, baik dewasa maupun anak-anak. Dilaporkan juga bahwa satu dari sepuluh orang yang menderita meningitis akan meninggal, dan sisanya akan sembuh dengan meninggalkan kecacatan (www.meningitis.org). Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya meningitis, diantaranya infeksi virus, bakteri, dan jamur. Yang saya derita adalah salah satu meningitis yang disebabkan oleh bakteri, yakni meningitis tuberkulosis.

Meningitis tuberkulosis merupakan peradangan pada selaput otak (meningen) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini merupakan salah satu bentuk komplikasi yang sering muncul pada penyakit tuberkulosis paru. Infeksi primer muncul di paru-paru dan dapat menyebar secara limfogen dan hematogen ke berbagai daerah tubuh di luar paru, seperti perikardium, usus, kulit, tulang, sendi, dan selaput otak.

Saat itu saya baru pulang dari jalan-jalan dengan teman. Begitu sampai di rumah, saya mulai merasa pusing. Saya berpikir bahwa itu hanya pusing biasa karena kecapekan atau mungkin gejala flu. Tapi keesokan harinya pusing itu tidak kunjung hilang. Saya coba minum Panadol dan Decolgen, hampir 3 hari berturut-turut, tapi yang ada justru makin menjadi. Sampai di hari ketujuh, saya coba ke klinik dekat tempat kos. Dokter umum itu bilang saya pusing karena kecapekan. Merasa tidak puas, saya coba ke klinik dekat rumah saya. Kemudian saya diminta tes darah, hasilnya saya positif tipes. Kemudian dokter memberi saya obat, tapi itu tidak membuat saya menjadi lebih baik.

Malamnya, tiba-tiba saya merasakan sakit kepala yang amat sangat hebat. Keesokan harinya saya ke Rumah Sakit Puri Cinere, sampai akhirnya saya dirujuk ke Dokter Saraf (Dr. Eko) dan Dokter Paru (Dr. Cecil). Untuk memastikan bahwa saya terkena meningitis atau tidak, dokter melakukan pungsi lumbal yaitu pengambilan cairan otak melalui tulang belakang. Ternyata hasilnya positif meningitis. Akhirnya saya dirawat selama kurang lebih 2 bulan di rumah sakit.

Di rumah sakit, saya mengalami sedikit guncangan jiwa (lebaayyyy..). Karena tidak ada sedetik pun tanpa rasa sakit, tambah lagi ga ada pacar yang menemaniku siang dan malaaammm huhuhu (mulai melenceng). Yang saya rasakan, seluruh badan saya sakit mulai dari kepala sampai ujung kaki. Tangan bergetar, mata menjadi jereng, keseimbangan berkurang, muntah terus menerus, dan yang paling saya tidak bisa tahan adalah sakit kepala yang tidak pernah berhenti setiap hari. 

Tapi selama saya sakit, banyak sekali dukungan serta support dari teman-teman, kerabat, terutama keluarga. Hal itu membuat saya yang tadinya hampir menyerah, menjadi semangat kembali. Dengan rutin menjalani pengobatan dan melakukan terapi sendiri, sekarang saya sudah kembali sehat dan normal. Saya yakin ini semua karena mukjizat Tuhan, pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat :) Terima kasih juga untuk seseorang yang selama ini menjadi sumber semangat saya, he always brighten my days ^^

8 comments:

  1. Your living is determined not so much by what life brings to you as by the attitude you bring to life.. not so much by what happens to you as by the way your mind looks at what happens.

    Circumstances and situations do color life but you have been given the mind to choose what the color shall be..

    You've been through hell.. and you survived.. Now its your time to take your happiness..

    Get well soon.. Duckling Princess..

    ReplyDelete
  2. Don't make me cry for the second time.. You Stupid Prince. I'm healthy now and I will never forget that someone special has made me could through it all.

    ReplyDelete
  3. that's quite an experience... I'm glad you make it through and become stronger

    ReplyDelete
  4. Thk u atas sharingnya, anak sy baru kena meningitis bisa Dan skrng dalam masa pemulihan. Bisa sharing pengalamannya lebih detail? Bisa sy komunikasi lewat phone?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu Emily, maaf saya baru cek blog ini bu. Kalau boleh ibu bisa kirim contact ibu ke email saya untuk saya contact. Email saya: helloboham@gmail.com

      Delete
  5. Thank you for sharing your experience. Salah satu kerabat dekat saya terkena TB Paru dan semenjak minum obat dari dokter, ia sering sakit kepala dan mual2. Dokter curiga penyakitnya meningkat menjadi Meningitis TB dan disarankan untuk CT Scan. The problem is, she's (23 yo) afraid of the possibility of this Meningitis TB. It makes her worry so much to the point that she lost her appetite. Can you please share the details about your treatment, how long it takes, what medicine you take, what symptomps you have so that I can encourage her to at least not overthinking about her disease. Really glad to know there's someone out there who survive and willing to share her experience.

    Regards,

    ReplyDelete